Solo adalah kota Kerajaan pada zamannya. Dipimpin oleh Raja yang pandai bernegopolitik, peninggalan peninggalan yang ada jadi kental sekali dengan jejak kompeni. Sebut saja bangunan keraton yang banyak diwarnai oleh arsitektur khas Barat, Perilaku hingga yang akan saya bahas saat ini adalah Kulinernya !!!
Kuliner Solo tak bisa dilepaskan dari sosok Selat Solo. Ini adalah hidangan yang sangat melegenda. Tercipta dari kejeniusan Juru Masak Istana yang ingin memuaskan hati Raja sekaligus tamunya yaitu Petinggi petinggi Belanda. Sang koki mencampurkan dua budaya dan selera kuliner dalam sepiring sajian yang menggugah selera. Orang barat yang dikenal sangat menyukai hidangan steak, kemudian dikombinasikan dengan kuah semacam semur manis kesukaan Raja. Sayuran yang menjadi salad kesukaan Barat pun dimasukkan dalam komposisi sayuran yang banyak terdapat disekitar istana. Barat yang suka mustard / mayonaise pun dikabulkan dalam komposisi makanan ini yang kemudian diseimbangkan kembali dengan irisan bawang merah yang merupakan semacam bumbu wajib orang Jawa dalam tiap hidangan. Hmmm pokoknya sepiring makanan ini adalah kisah rasa dua budaya. Jenius ??? Yes !!! Karena rasanya sangaaaat enak !!! Di Jakarta tiap ke resto yang menjual Selat Solo bisa dipastikan saya juga memesan si selat. Karena saya suka sekali. Dan akhirnya saya ke Solo juga untuk mencicip seperti apa sih hidangan Selat Solo yang asli Solo? wuhuuu dari sederet nama resto yang kutemukan di google dan juga tanya teman teman, akhirnya saya memutuskan untuk ke MEKAR SARI. Sebuah warung sangat sederhana yang terletak tak jauh dari Galery Batik Danar Hadi di Jl. Radjiman dekat Pasar Kadipolo. Meski namanya adalah Warung Gudeg, tapi percayalah, Selat Solo nya akan membuat anda ketagihan !!!